Salah satu penyakit jiwa yang sudah lama mewabah.
Penyakit ini diduga sebagai salah satu faktor penyebab mengerasnyahati, memutus urat malu dan merusak syaraf berpikir. Dan disinyalir sebagai penyebab utama hancurnya sebuah rumah tangga.
Secara terminologi (bahasa), victim berarti korban, mentalityyaitu kejiwaan atau pola pikir.
Jadi, VMS itu secara laterlak adalah sindrom pola pikir (jiwa) (merasasebagai) korban.
Maksud sebenarnya, tidak jauh dari maknanya secara bahasa. Definisi pastinya tidak ada yang representatif kecuali harus melihat dari gejala-gejalanya yang timbul.
Sindrom ini menjangkit ke seluruh isi otak dengan begitu halus.Dan bahkan, sering tidak disadari oleh penderitanya. Ini yang membuat, penularan VMS begitu cepat dan sulit ditangani.
Namun, beberapa gejala sebenarnya dapat diidentifikasi, sayamencoba memaparkannya, sekiranya, dapat digunakan sebagai acuan dalam penilaianterhadap diri sendiri.
VMS?terjangkitngga ya?
Gejalanya seperti apa?
Gejala VMS sangatlah banyak, antara lain :
- Merasa selalu tidak diperlakukan dengan baik oleh orang lain,
- Merasa selalu disakiti,
- Merasa selalu dipihak yang dirugikan,
- Merasa tidak dipedulikan orang lain,
- Merasa tidak ada orang lain yang mengerti.
- Merasa orang lain hanya memikirkan diri sendiri.
- Merasa sudah berbuat banyak untuk orang lain.
- Merasa diperbudak.
- Merasa dimanfaatkan.
- Merasa selalu dipersalahkan.
- Merasa selalu dipojokkan.
- Merasa kesal ketika orang lain mengacuhkan.
- Berpikir orang lainlah yang seharusnya bertindak.
- Merasa ingin selalu diperhatikan.
- Merasa ingin selalu menjadi pusat perhatian (center ofattention).
- Dalam bekomunikasi, penderita akan suka membalikkan argumen,mencari berbagai pembenaran.
- Bicaranya berputar-putar.
- dan sebagainya…
Penetrasinya yang halus bukanlah refleksi dari efek yang dihasilkan.Ternyata efek VMS itu, sangatlah besar! (dalam arti negatif).
antara lain sebagai berikut, silakan disimak :
- Jadi lupa bersyukur pada sang Pencipta.
- Lupa akan perbuatan baik orang lain.
- Lupa berterima kasih.
- Lupa kalau dirinya adalah manusia yang lemah dan tidak luputdari kesalahan.
- Tidak pernah merasa bersalah dan sebaliknya akan terus berusahamencari kesalahan orang lain.
- Kalaupun mengetahui bersalah, selalu ada tapi..danujung-ujungnya merasa tidak bersalah.
- Karena tidak merasa bersalah maka tidak akan ada kata memintamaaf.
- Mencari kawanan untuk mencari pembenaran.
- Mencari kawanan sehati, sepemikiran untuk menggunjing.
- Mencari kawanan untuk sama-sama menuntut.
- Mencari kesalahan orang lain yang menurutnya lebih besar, agarlebih dulu dipersalahkan.
- Berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan pemikiran (victimmentality-nya).
- Pikiran menyempit.
- Tingkat kesabaran menurun.
- Kemampuan berpikir logis akan hilang.
- Tidak mampu mendengar pendapat orang yang tidak sepemikiran.
- Hati menjadi keras.
- Jarang menangis dan sulit tersentuh hatinya.
- Takjub pada diri sendiri, sombong dan egois.
- Lupa untuk memperbaiki diri.
- Rasa malu yang hilang.
- Merusak hubungan baik dengan Allah dan juga dengan makhluknya.
- Merusak keharmonisan rumah tangga maupun satu hubungan dalambentuk yang lain.
- Hilangnya kenyamanan.
- dsb.
Lantas, bagaimana cara menyembuhkan atau agar terhindar dari VMStersebut?
- Sadarilah kembali bahwa kita adalah hamba Allah yang lemah dantidak sempurna.
- Sadarilah bahwa kita juga bukan seorang hakim terhadapkekurangan orang lain.
- Ketika timbul masalah, berhenti sejenak, tahan beberapa saatuntuk tidak memberikan respon dan berikanlah waktu untuk mengembalikan terlebihdahulu pada diri sendiri.
- Temukan kesalahan diri sendiri, cari garis penghubung diri kitadengan masalah yang terjadi.
- Camkanlah bahwa “Kesalahan ada pada diri sendiri”.
- Biasakan untuk segera meminta maaf walaupun terhadap masalahyang “menurut” kamu bukan kamulah penyebabnya.
- Banyak-banyak membaca buku agar wawasan dan cara berpikirsemakin luas.
- Banyak-banyak bergaul dengan orang-orang yang positif, yangpunya hobi positif, pembelajar, dsb.
- Kenali lagi, maksudnya, coba analisa lagi secara objektif,mungkin memang benar bukan andalah penyebab utamanya. Namun tetap, andabukanlah seorang hakim yang berhak menjustifikasi kesalahan orang lain.
- Bersikaplah bijaksana, cari solusi yang bisa mengatasi masalahsecara nyata. Bukan sekedar, kepuasan akan pengakuan dari orang lain bahwa “GUEBENER dan SI DIA SALAH!”
- Belajar untuk berkomunikasi dengan baik, berbicara dengan baikdan mendengarkan dengan baik.
- Tidak perlu arogan.
- Dan bersabarlah.
Demikian ulasan mengenai VMS versi saya.
“Kesalahan ada pada diri sendiri, don’t blame anyone”
G.S.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Title= Penyakit Jiwa : Victim Mentality Syndrom (VMS)
Pengarang= Unknown
Rating Blog 1 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke >> Pengarang= Unknown
Rating Blog 1 dari 5
= TERIMA KASIH =
Tag :
hot news,
inspirasi dan motivasi


.jpg)
0 Comments for "Penyakit Jiwa : Victim Mentality Syndrom (VMS)"